Halaqah 105: Aqidah Ahlus Sunah Tentang Orang-Orang Yang Berbuat Dosa Dari Kaum Mukminin
Beliau mengatakan
Bagaimana dengan orang yang berbuat jelek di antara mereka, yaitu berbuat dosa? Apa yang kita lakukan? Apa yang menjadi sikap Ahlussunnah wal Jama’ah?
نَسْتَغْفِرْ لَهُمْ — kita memohonkan ampun untuk orang yang berbuat jelek di antara kita, yang belum istiqomah, karena Allah Subhanahu wata'ala mengatakan
Hendaklah engkau memohonkan ampun untuk dosamu dan juga untuk orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun wanita.
Selama mereka adalah saudara kita, maka kita doakan dengan kebaikan, dengan istighfar:
Atau berdoa:
mendoakan untuk orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun wanita. Ini Ahlussunnah wal jama’ah demikian mereka bersikap, memohonkan ampun untuk saudara-saudaranya meskipun terkadang saudara-saudara mereka tidak menyadari yang demikian dan membenci Ahlussunnah wal jama’ah karena misalnya dinasehati.
Adapun Ahlussunnah, maka memohonkan ampun, “Ya Allah, ampuni mereka. Ya Allah, kembalikan mereka kepada-Mu. Berikan mereka hidayah.”
Dan Ahlussunnah wal Jama’ah merasa takut atas mereka. Kita khawatir mereka ditimpa musibah di dunia dan juga azab di akhirat. Kita khawatir.
Sehingga kita pun mendakwahi mereka, menyadarkan mereka, mengingatkan mereka tentang kesyirikan, mengingatkan mereka tentang bid’ah. Karena kita khawatir atas mereka, mereka saudara kita, karena adzab di akhirat itu adalah adzab yang pedih. Dan mungkin seseorang tertimpa azab di dunia karena sebab dosa yang dilakukan.
Sehingga bukan hanya memohonkan ampun saja, tapi ada usaha dari kita untuk mendakwahi mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa kita ini khawatir atas mereka.
Dan kami Ahlussunnah wal Jama’ah tidak menjadikan mereka putus asa.
Senantiasa kita berikan harapan. Kami khawatir mereka terkena musibah, tetapi kita pun juga memberikan harapan. Kalau mereka bertaubat kepada Allah sekarang, maka Allah Subhanahu wata'ala akan mengampuni dosa semuanya. Kalau dia bertaubat dari semua dosa dengan taubat yang nasūha, maka Allah Subhanahu wata'ala akan mengampuni dosa mereka semuanya.
Maka, Ahlussunnah menggabungkan antara baiknya lisan mereka, yaitu mereka mengucapkan istighfar untuk orang-orang yang jelek di antara mereka, orang-orang yang berbuat dosa di antara mereka. Kemudian juga mereka memiliki rasa kekhawatiran, memiliki kasih sayang kepada mereka, sehingga khawatir kalau mereka terkena azab di dunia maupun di akhirat.
Di sisi yang lain, mereka tidak menjadikan orang-orang yang melakukan dosa tadi berputus asa dari rahmat Allah. Senantiasa kita berikan harapan. Jangan putus asa.
Rahmat Allah itu luas. Di antara nama Allah adalah Ar-Raḥman. Di antara nama Allah adalah Ar-Raḥīm.
Jangankan dosa-dosa besar, seandainya seseorang melakukan dosa syirik kemudian dia bertaubat, Allah Subhanahu wata'ala akan mengampuni dosanya. Apalagi dosa-dosa yang lebih rendah daripada itu.
Maka, kita sebagai Ahlussunnah tidak boleh menjadikan orang lain putus asa. Kita berikan mereka harapan. Allah masih memberikan waktu, masih memberikan umur panjang. Allah mempertemukan dia dengan kita. Semoga ini adalah kehendak baik dari Allah Subhanahu wata'ala supaya dia mendengar nasihat kita.
Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
Orang-orang kafir, merekalah yang mudah putus asa karena mereka tidak bergantung kepada Allah, tidak menyembah kepada Allah.
Adapun orang Islam, maka dia mengetahui tentang kekuasaan Allah, sehingga dia tidak putus asa dari rahmat Allah dan jalan keluar yang Allah berikan.
Allah Subhanahu wata'ala juga berfirman:
Adapun orang yang beriman, yang tiap hari dia membaca Bismillahir-Raḥmanir-Raḥīm, mengetahui bahwasanya Allah Subhanahu wata'ala adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, maka dia tidak akan berputus asa dari rahmat Allah Subhanahu wata'ala.
Dalam firman-Nya yang lain, Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
Inilah yang diajarkan dalam agama kita. Orang yang berbuat baik, kita berharap dan kita berhusnuzan, semoga Allah Subhanahu wata'ala menjadikan mereka penduduk Surga.
Dan tidak boleh kita merasa aman atas mereka, sehingga terus kita berikan mereka nasihat, kita ingatkan mereka. Dan tidak boleh kita bersaksi bahwa mereka adalah penduduk Surga. Maksudnya di sini adalah secara personal, secara individu. Misalnya, “Si Fulan termasuk penduduk Surga.” Ini tidak boleh.
Tetapi kalau secara umum, tidak masalah mengatakan, “Orang-orang yang bertakwa, mereka akan masuk ke dalam Surga.”
Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
Tidak masalah, juga mengatakan:
tidak masalah.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]
