Hadis 32: Merugikan Pihak Lain, Diharamkan Syariat Islam

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ سعْدُ بْنِ سِنَانِ الـخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ. حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه وَالدَّارُقُطْنِي وَغَيْرُهُمَا مُسْنَداً، وَرَوَاهُ مَالِك فِي الـمُوَطَّأ مُرْسَلاً عَنْ عَمْرو بْنِ يـحيَى عَنْ أَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْقَطَ أَبَا سَعِيْدٍ وَلَهُ طُرُقٌ يُقَوِّي بَعْضُهَا بَعْضاً

Dari Sa’id Sa’d bin Malik bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu ’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Dilarang segala yang bahaya dan menimpakan bahaya.” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Daruquthni, dan yang lainnya dengan disanadkan dan diriwayatkan oleh Malik dalam Al-Muwatha’ secara mursal, dari Amr bin Yahya, dari bapaknya, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan meniadakan Abu Sa’id. Hadits ini menguatkan satu dengan yang lainnya)

Perawi Hadis

Sa’id Sa’d bin Malik bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu ’anhu adalah sahabat ke tujuh yang banyak meriwayatkan hadis. Beliau telah meriwayatkan 1.170 hadis. Ayahnya Malik bin Sinan syahid dalam peperangan Uhud, ia seorang khudri, nasabnya tersambung dengan Khudrah bin Auf Al Harits bin Al Khazraj yang terkenal dengan julukan ‘Abjar’. Beliau berbaiat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan tergabung dengan kelompok Abu Dzar Al Ghifari, Sahl bin Sa’ad, Ubaidah bin Ash Shamit dan Muhammad bin Muslimah. Beliau juga pernah menemani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam perang Bani Musthaliq, perang Khandaq dan sesudahnya hingga totl ada 12 peperangan yang beliau ikuti. Beliau wafat pada tahun 74 H.

Faedah Hadis

  1. Hadits ini merupakan prinsip dasar yang agung dalam banyak permasalahan syariah, terlebih lagi dalam hal muamalah.
  2. Apabila ditetapkan adanya dharar (bahaya yang tidak disengaja) maka wajib dihilangkan, dan saat ditetapkan adanya idharar (bahaya yang disengaja), maka wajib dihilangkan disertai hukuman bagi orang yang berniat menimpakan bahaya tersebut.
  3. Apabila kita senantiasa berpedoman dengan hadis ini, niscaya keadaan hidup akan lebih baik.
  4. Syariat mengingkati dan tidak membiarkan kemudharatan yang tidak disengaja (artinya mudharat itu harus tetap dihilangkan) dan syariat lebih mengingkari kemudharatan yang disengaja dengan pengingkaran yang lebih sangat.
***
[Materi hadis Arbain An Nawawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin an Nawawi rahimahullah]

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url