Halaqah 16: Tidak Ada yang Terjadi Kecuali Atas Kehendak Allah (Bagian 1)
Halaqah yang ke-16 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang tidak ada yang terjadi kecuali atas kehendak Allah bagian 1.
Beliau mengatakan,
Dan tidak terjadi kecuali apa yang Allah kehendaki,
Setelah beliau menyebutkan tentang kewajiban kita untuk meyakini bahwa Allah subhanahu wata'ala Dialah yang yang awal tidak ada sebelumnya sesuatu.
Dia adalah yang kekal, maka beliau menyebutkan permasalahan yang baru yang merupakan bagian dari keimanan dengan Takdir Allah,
Apa hubungannya ini dengan masalah Tauhid Asma dan juga sifat Allah ?
karena beriman dengan Takdir Allah itu hakikatnya adalah beriman dengan Qudratullah yaitu meyakini bahwasanya Allah subhanahu wata'ala Maha mampu untuk melakukan segala sesuatu, diantaranya adalah menulis Takdir sebelum terjadinya, mengetahui segala sesuatu sebelum terjadi bahwasanya Masyiatullah pasti terlaksana dan segala sesuatu adalah diciptakan oleh Allah.
Orang yang beriman dengan perkara² tersebut berarti dia beriman dengan Takdir Allah & orang yang beriman kepada Takdir Allah berarti dia telah beriman dengan Qudratullah /kemampuan Allah kekuasaan Allah.
Sehingga sebagian salaf mengatakan،
Takdir ini adalah kekuasaan Allah .
Mengetahui sesuatu sebelum terjadi, tidaklah terjadi sesuatu di dunia ini kecuali dengan kehendak Allah, ini menunjukkan Qudratullah, ‘alakulli sayyin, Qudratullah ini termasuk sifat Allah dan diantara nama Allah adalah Al Qadir,
Tidak terjadi sesuatu kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah.
Apa saja sekecil apapun tidaklah terjadi di alam bawah dan alam atas, di Bumi maupun di Langit tidaklah terjadi sebuah kejadian kecuali itu adalah dengan kehendak Allah subhanahu wata'ala, sekecil apapun iya sekecil apapun Allah mengetahui jatuhnya Daun yang jumlahnya tidak mengetahuinya kecuali Allah subhanahu wata'ala,
Jatuhnya daun, terbangnya dia kapan jatuhnya itu dengan Masyiatullah dengan Irodatullah dan tidak jatuh dengan sendirinya atau keinginan diri sendiri jatuh dengan kodratullah,
Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui dan Dialah yang menghendaki, bahkan yang jauh lebih kecil daripada daun, debu yang berterbangan yang ada di sekitar kita yang kita tidak melihatnya bahkan nempel di tubuh kita kita tidak merasa maka dia terbang itu dengan kehendak Allah, dia nempel di mana , dia jatuh di mana, dia terbang ke mana lagi itu dengan kehendak Allah subhanahu wa ta’ala, apalagi perkara² yang besar.
Bergeraknya sesuatu, diamnya sesuatu juga dengan kehendak Allah, diamnya rumah kita di sini diamnya mobil kita di depan diamnya pohon itu semuanya adalah dengan kehendak Allah
Dan tidak terjadi kecuali dengan Allah .
Termasuk nikmat dan juga musibah nikmat yang sampai kepada kita berupa makanan, minuman, rupiah, nikmat kesehatan terjadi itu semua dengan kehendak Allah.
Menjadikan kita bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala yang menghendaki yang demikian, kalau Allah menghendaki akan Allah tahan rezeki² tersebut musibah seseorang juga dengan izin Allah tidak lah kita tersandung, tidaklah kita terkena duri, tidak kita terbentur tembok, kehilangan atau rusak mobilnya kecuali itu semua dengan kehendak Allah.
Allah yang menghendaki terjadinya musibah ini,
Tidaklah menimpa sebuah musibah kecuali itu dengan izin Allah.
Kalau demikian keadaannya maka menjadikan kita semakin sadar bahwasanya kita adalah hamba yang lemah
Apa yang menimpamu tidak mungkin lepas darimu.
kita adalah hamba yang lemah makhlukun marbuhun, Allah subhanahu wa ta’ala Dialah Yang Maha kuasa, kehendak Allah di atas kehendak manusia
Apa yang Engkau kehendaki Ya Allah pasti terjadi meskipun aku tidak menghendaki.
Semakin menjadikan kita ini merasa rendah di hadapan Allah dan semakin memperbesar penghambaan kita kepada Allah Apa yang kau kehendaki Allah terjadi meskipun aku tidak menghendakinya dan apa yang aku kehendaki seandainya Engkau tidak menghendaki maka tidak akan terjadi, ini menguatkan tawakal kita kepada Allah dalam mencari rezeki ,dalam mendidik anak dalam berdakwah, kita menginginkan anak kita menjadi orang yang sholeh ingin anak kita menjadi orang yang berbakti , orang yang berguna dan seterusnya itu kehendak kita, dan kehendak Allah di atas kehendak manusia kita menghendaki orang yang ada di hadapan kita memahami apa yang kita ucapkan Kita menghendaki masyarakat mereka mendapatkan hidayah mengenal sunnah itu kehendak kita, kehendak Allah diatas kehendak manusia
[QS Al Qosos 56]
Akan tetapi Allah Dia lah yang hidayah kepada siapa yang Allah kehendaki.
Lalu apa yang kita lakukan?
Kita melakukan sesuai dengan apa yang Allah perintahkan Kita disuruh untuk mendidik anak kita, dan ini adalah tanggung jawab kita dan amanah
kita diperintahkan untuk memberikan nafkah kepada mereka
Memberikan nafkah, mendidik/ajarkan mereka Al-Qur’an ajarkan mereka Sunnah , dekatkan mereka agama, itu perintah Allah kita diperintahkan untuk mendidik anak kita dengan pendidikan yang Islam namun kita juga beriman dengan takdir Allah subhanahu wata'ala dengan Masyiatullah subhanahu wata'ala. maka orang yang memahami
Akan banyak mengambil hikmah dan manfaat dari kehidupannya, tidak terjadi di dunia ini kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]
