Halaqah 06: Muqaddimah Kitab
Halaqah yang ke-6 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tetang muqadimah kitab.
Beliau mengatakan,
Dari apa yang dilakukan oleh muhaqiq (Syaikh Abdul Muhsin Qosim hafidzahullah) bisa kita simpulkan Basmalah disini bukan termasuk dari matan aqidah thahawiyah, seandainya ini termasuk tentunya beliau akan menyebutkan basmalah setelah qola imamu Abu Ja’far rahimahullah, namun bukan berarti kita tidak bisa mengatakan bahwasanya berarti beliau tidak memulai dengan basmalah karena bisa saja beliau mengucapkan basmalah dengan lisan beliau mengatakan
Kemudian beliau menulis dengan tangan beliau dan memulai menulis kitab dengan basmalah mengikuti apa yang dilakukan oleh Allah subhanahu wata'ala didalam Al-Qur’an dan juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau mengirim surat-surat dakwah kepada sebagian raja yang ada di zaman beliau shallallahu 'alaihi wasallam.
Nabi Sulaiman alaihi wasallam ketika beliau mengirim surat dakwah dan ajakan kepada Islam kepada ratu Bilqis maka beliau memulai suratnya dengan Basmalah, sebagaimana ketika ratu Bilqis disebutkan oleh Allah subhanahu wata'ala dalam Al-Qur’an yang menggambarkan bahwasanya telah dilemparkan kepadaku kitabun Karim sebuah surat yang mulia
[QS An Naml 30-31]
Surat tersebut adalah dari Sulaiman kemudian mulailah beliau membaca suratnya
Menyebutkan nama Allah yang maha penyayang lagi Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.
Diiantara hikmahnya adalah istianah kepada Allah dan juga bertabaruk dengan menyebutkan nama Allah karena nama Allah ini berbarakah maksudnya adalah keseluruhan nama² Allah berbarokah memiliki banyak kebaikan diantara keberkahannya barangsiapa yang mengikhsonya maka dia akan masuk ke dalam Surga
Sesungguhnya Allah memiliki 99 100 kurang 1 Nama barangsiapa yang mengikhsonya maka dia akan masuk kedalam Surga.
Diantara keberkahannya orang yang mengingat Allah subhanahu wata'ala dengan nama-nama dan juga sifatNya maka dia akan mendapatkan ketentraman
[QS Ar-Ra’d Ayat 28]
Orang² yang beriman dan tenang hati mereka dengan dzikrullah.
Mengingat Allah di antaranya adalah mengingat sifat-sifat Allah maka ini akan menjadikan tenang hati seseorang.
Beliau mengatakan,
Ini adalah yaitu apa yang akan beliau sampaikan adalah penyebutan penjelasan dari akidah Ahlussunnah wal jamaah, itiqod artinya adalah keyakinan yang dengannya seseorang mengikat hatinya Al Aqidah atau al itiqod ini adalah
Apa yang digunakan untuk mengikat hati seseorang apabila diikat dengan keyakinan yang benar yang shahih maka dia akan hidup dalam keadaan bahagia didunia maupun diakhirat tapi kalau hati seseorang diikat dengan keyakinan² yang menyimpang dari kebenaran maka dia akan sengsara didunia maupun diakhirat.
Dari sini kita mengetahui bahwasanya akidah ada 2 ada akidah yang shahihah ada akidah yang bathilah.
Aqidah yang shahihah akidah yang diambil dari sumbernya karena akidah adalah Keyakinan
√ keyakinan tentang Allah.
√ Keyakinan tentang hari Akhir
√ Tentang Rasul
√ Tentang Takdir dan perkara-perkara yang gaib yang siapa yang mengetahui yang lain Allah subhanahu wata'ala, Dia-lah Alimul ghoib.
Maka perkara akidah diambil dari Allah dan Allah subhanahu wata'ala telah menurunkan Al-Qur’an dan mewahyukan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Oleh karena itu barangsiapa yang ingin mengetahui aqidah² yang benar, tidak ada jalan bagi dia kecuali kembali kepada Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan pemahaman yang pemahaman orang² yang sudah dipuji oleh Allah dan juga Rasul, jangan kita mengambil dari pemahaman orang² yang tidak mendapatkan tazkiyah/ rekomendasi dari Allah dan juga Rasul-Nya. Siapakah orang² yang telah direkomendasi dipuji oleh Allah dan juga Rasul-Nya tidak lain mereka adalah para Shahabat radhiyallahu ta’ala anhum
[QS Al-Fath 29 ]
Pujian dari Allah subhanahu wata'ala kepada para shahabat radhiyallahu taala anhum tentang sifat² mereka yang mulia, tentang keikhlasan mereka, tentang ibadah mereka, tentang akhlak mereka yang saling menyayangi satu dan yang lain bukan saling memusuhi dan bukan saling hasad satu dengan yang lain
Allah subhanahu wata'ala telah menjanjikan bagi orang² yang beriman dan beramal saleh diantara mereka ampunan dan juga pahala yang besar.
Ini orang² yang telah dipuji dan direkomendasi oleh Allah para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam , dan Allah mengatakan
[QS Al Hadid 10]
Katakanlah tidak sama diantara kalian yang berinfak dan berperang sebelum perjanjian Hudaibiyah dengan orang-orang yang berinfak dan juga berperang setelah perjanjian Hudaibiyah maka yang sebelum perjanjian Hudaibiyah mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang yang berinfak dan berperang setelah perjanjian Hudaibiyah tapi apa yang Allah janjikan,
Dan masing² dari mereka Allah janjikan dengan Surga.
[QS Al Imran 110]
Kalian adalah sebaik-baik manusia siapa kalian di sini ketika turun ayat ini tidak ada selain para shahabat radhiyallahu taala anhum
Kalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia mengajak manusia mengikuti agama Allah, mereka mengorbankan harta dan jiwa mereka dengan harapan supaya manusia mengenal Islam berjihad fisabilillah supaya manusia mengenal Islam
Kalian memerintahkan kepada kebaikan melarang dari kemungkaran
Dan kalian beriman kepada Allah.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan,
Sebaik² manusia adalah orang yang hidup di generasiku kemudian yang setelahnya.
Maka diambil dari merekalah akidah yang benar dan inilah akidah ahli Sunnah wal jama’ah.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]
