-->

Cara Beriman Kepada Para Rasul (Bagian 22)

Post a Comment
Diantara cara beriman kepada para Rasul alaihimussalam adalah mengetahui beberapa persamaan antara Nabi dan Rasul.
Mereka semua adalah manusia, laki-laki, dan merdeka.

Mereka manusia, maksudnya adalah bukan dari kalangan jin dan bukan dari kalangan malaikat.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَبَعَثَ اللَّهُ بَشَرًا رَسُولًا
[QS Al-Isra’ 94]

”Dan tidaklah menghalangi manusia untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk kecuali ucapan mereka, apakah Allah mengutus seorang manusia sebagai seorang Rasul.”
Dan Allah mengatakan,

وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ…
[QS Al-Ankabut 27]

”Dan Kami telah memberikan Ishaq dan juga Yakub kepada Ibrahim dan kami jadikan kenabian dan kitab di dalam keturunannya.“

Di dalam ayat ini Allah Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan bahwasanya kenabian ada pada keturunan Nabi Ibrahim alaihissalam dan keturunan Nabi Ibrahim alaihissalam adalah dari kalangan manusia bukan dari jin dan bukan dari malaikat.

Dan mereka (yaitu para Nabi dan Rasul) adalah dari kalangan laki-laki dan bukan dari kalangan wanita.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ ۗ…
[QS Yusuf 109]

”Dan tidaklah kami mengutus sebelummu para Rasul kecuali mereka adalah laki-laki yang Kami wahyukan kepada mereka diantara penduduk negeri.“

Dan mereka adalah orang-orang yang merdeka dan bukan budak karena perbudakan adalah sifat yang tidak sesuai dengan kedudukan Nabi dan waktu seorang budak adalah sepenuhnya bagi tuannya, maka kapan dia berdakwah dan menghadapi lawan-lawannya.

Adapun yang terjadi pada Nabi Yusuf alaihissalam ketika beliau menjadi budak bagi salah seorang bangsawan di Mesir, maka asalnya Yusuf adalah orang yang merdeka, kemudian saudara-saudaranyalah yang telah menipu daya beliau. Adapun sabda Rasulullãh ﷺ :

مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ

“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali menggembala kambing.” [HR Al Bukhori]

Maka para Nabi tersebut bukan menggembala karena dia seorang budak akan tetapi menggembala kambingnya sendiri atau menggembala kambing milik orang lain dengan dibayar, sebagaimana Rasulullah ﷺ menggembala untuk penduduk Makkah. [HR Al Bukhori]

Dan Nabi Musa alaihissalam menggembala untuk seorang laki-laki yang shaleh dari Madyan. Sebagaimana di dalam QS Al-Qashas 27.
***
[Disalin dari materi halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Beriman Kepada Rasul Allah]

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter