-->

Cara Beriman Kepada Para Rasul (Bagian 15)

Post a Comment
Meyakini adanya Al Karomah adalah termasuk pokok akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Berkata Syaikhul Islam rahimahullah di dalam kitab beliau Al Aqidah Al Wasithiyah,

ومن أصول أهـل السنة : التصديق بكرامات الأولياء وما يُجري الله على أيديهم
من خوارق العادات

”Termasuk pokok-pokok Ahlus Sunnah adalah membenarkan karomah para wali dan perkara-perkara di luar kebiasaan yang Allah jalankan pada diri mereka.”

Keyakinan tentang adanya Al Karomah berdasarkan dalil-dalil dari Al Quran, As Sunnah, dan juga Ijma’.

Adapun dari Al Qur’an:
1. Kisah Maryam dengan Nabi Zakariya alaihimassallam
Dimana Nabi Zakariya alaihissalam adalah orang yang menanggung makanan bagi Maryam, yang telah mengkhususkan dirinya untuk beribadah kepada Allah, namun sesuatu yang luar biasa setiap kali Zakariya memasuki mihrab Maryam, dia mendapatkan makanan.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
[QS Ali ‘Imran 37]

“Setiap kali Zakariya memasuki mihrab Maryam beliau mendapatkan di sisi Maryam rezeki, Zakariya berkata, ‘Wahai Maryam dari mana engkau mendapatkan makanan ini?’ Maryam menjawab, ‘Ini adalah dari sisi Allah, sesungguhnya Allah memberikan rizki kepada siapa yang dikehendaki tanpa perhitungan.”

Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya, bahwa Nabi Zakariya alaihissallam menemukan di dalam mihrab Maryam buah-buahan musim dingin ketika musim panas dan buah-buahan musim panas ketika musim dingin.

2. Kisah Ashabul Kahfi yang Allah sebutkan di awal-awal surat Al-Kahfi ketika mereka tidur dalam waktu yang lama tanpa memakan makanan dan tidak rusak badan mereka.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا
[QS Al-Kahfi 25]

”Dan mereka tinggal di gua mereka selama 300 tahun dan tambah 9 tahun.”

Ada yang mengatakan 300 tahun bila dihitung dengan tahun syamsiyah dan 309 tahun apabila dihitung dengan tahun qomariyah.

3. Istri Fir’aun yang bernama Asiyah, dimana Allah memperlihatkan rumah Asiyah di dalam surga ketika sedang diadzab oleh Fir’aun.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
[QS At-Tahrim 11]

“Dan Allah telah membuat pemisalan bagi orang-orang yang beriman dengan istri Fir’aun ketika dia berkata ‘Wahai Rabb-ku bangunkanlah untukku di sisi-Mu rumah di dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan amalannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim."
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Beriman Kepada Rasul Allah]

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter