-->

Cara Beriman dengan Para Rasul (Bagian 6)

Post a Comment
Diantara cara beriman dengan para Rasul alaihimussalam adalah keyakinan bahwa Allah melebihkan sebagian Nabi dan Rasul di atas sebagian yang lain tanpa merendahkan dan melecehkan harga diri dan kedudukan yang lain.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ
[QS Al-Baqarah 253]

“Itu adalah para Rasul, Kami telah muliakan sebagian mereka di atas sebagian yang lain.”

Dan Allah berfirman,

وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ…
[QS Al-Isra’ 55]

“Dan sungguh Kami telah memuliakan sebagian Nabi di atas sebagian yang lain.”

Adapun ayat yang berbunyi,

… لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ…
[QS Al-Baqarah 285]

“Kami tidak membedakan diantara seorang pun dari Rasul-Rasul-Nya.”

Maka yang dimaksud dengan membeda-bedakan di sini adalah beriman dengan sebagian Rasul dan mengingkari sebagian yang lain, seperti orang yang beriman dengan Nabi Isa alaihissalam dan kufur dengan Nabi Muhammad ﷺ.

Dan sebaik-baik Nabi adalah Ulul Azmi (orang-orang yang memiliki kesabaran yang kuat).

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ…
[QS Al-Ahqaf 35]

“Maka bersabarlah engkau sebagaimana Ulul Azmi diantara para Rasul telah bersabar.”

Menurut sebagian ulama yang dimaksud dengan Ulul Azmi adalah 5 orang , mereka adalah:
① Nabi Nuh
② Nabi Ibrahim
③ Nabi Musa
④ Nabi Isa
⑤ Nabi Muhammad
[alaihimussalam]

Nama-nama mereka telah terkumpul di dalam dua ayat dari surat Al-Ahzab dan surat Asy-Syuuro.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۖ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
[QS Al-Ahzab 7]

“Dan ketika Kami mengambil perjanjian dari para Nabi, darimu, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa Ibnu Maryam dan kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kuat.”

Dan Allah mengatakan,

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ…
[QS Asy-Syuuro 13]

“Allah telah mensyari’atkan bagi kalian dari agama, apa yang Allah wasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa.”

Kelima Nabi inilah dan juga Nabi Adam yang tersebut di dalam hadits tentang Asyafa’atul Udzma yang kita sudah sebutkan di dalam Silsilah Beriman dengan Hari Akhir.

Dan sebaik-baik Ulul Azmi adalah dua orang Nabi, yang keduanya adalah kholilullah (kekasih Allah). Beliau berdua adalah Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi Muhammad ﷺ.

Dalilnya adalah firman Allah:

وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
[QS An-Nisa’ 125]

“Dan Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya.”
Dan Rasulullah ﷺ bersabda,

فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ اتَّخَذَنِي خَلِيلًا كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

“Maka sesungguhnya Allah ta’ala telah menjadikan aku sebagai kekasih sebagaimana Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih.” [HR Muslim]

Dan sebaik-baik kekasih Allah adalah Nabi Muhammad ﷺ.
Rasulullah ﷺ bersabda,

أنا سيد ولد آدم يوم القيامة

“Aku adalah pemuka anak-anak Nabi Adam pada hari Kiamat.” [HR Muslim]
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Beriman Kepada Rasul Allah]

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter