Kitab At-Taurah (Bagian 4)

Post a Comment
Di antara yang menunjukkan Taurat sudah mengalami perubahan bahwasanya Taurat yang sekarang yang dinamakan oleh orang Nashrani dengan Perjanjian Lama di dalamnya ada perkara-perkara yang bertentangan dengan Al-Qur’an.

Diantaranya:
⑴ Menyifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak baginya.

Diantaranya mereka menyifati Allah Subhānahu wa Ta’āla:
⇒ Dengan rasa letih.
Di dalam Perjanjian Lama keluaran pasal 31 ayat 17, disebutkan di dalamnya sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan Langit dan Bumi dan pada hari yang ke-7 Ia berhenti bekerja untuk beristirahat. Dan Allah telah membantah ucapan mereka ini didalam firman-Nya,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ

“Dan sungguh Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam hari dan Kami tidak tertimpa rasa letih.” [Surat Qaf 38]

⇒ Dengan Sifat penyesalan
Di dalam keluaran pasal ke-32 ayat 14 disebutkan
“dan menyesallah Tuhan karena malapetaka yang dirancang-Nya atas umat-Nya.”

Padahal sifat penyesalan hanya timbul dari dzat yang tidak mengetahui akibat sesuatu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang sudah berlalu maupun yang akan datang.

Allah berfirman,

ۗ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Surat Al-Anfal 75]

Dan Allah berfirman,

ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ

“Dia Mengetahui apa yang ada di depan mereka (apa yang telah berlalu) dan apa yang di belakang mereka (apa yang akan datang).” [Surat Al-Baqarah 255]

⑵ Diantara perkara-perkara yang bertentangan dengan Al-Qur’an yang ada di dalam Perjanjian Lama, mereka menyifati beberapa orang Nabi dengan sifat yang tidak layak, diantaranya:
⇒ Bahwa Nabi Nuh ‘Alaihissalām pernah mabuk dan telanjang, di dalam Perjanjian Lama kejadian pasal ke-9 ayat 20-21 disebutkan
“Nuh menjadi petani, dialah yang mula-mula membuat kebun anggur, setelah ia minum anggur mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.”

Mereka juga menyebutkan bahwa Nabi Luth Alaihissalām berzina dengan dua orang anak wanitanya sampai keduanya hamil dan melahirkan, sebagaimana disebutkan kisahnya di dalam kejadian pasal ke-19 ayat 30-38, padahal para Nabi dan Rasul adalah maksum, terjaga dari dosa-dosa besar. Mereka adalah manusia pilihan Allah yang kita diperintahkan untuk meneladani mereka.
Allah berfirman,

اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

“Allah memilih utusan-utusan dari kalangan Malaikat dan dari kalangan manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [Surat Al-Hajj 75]

Allah berfirman,

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ

”Mereka (para Nabi) adalah orang-orang yang telah Allah berikan petunjuk maka dengan petunjuk mereka hendaklah engkau meneladani.” [Surat Al-An’am 90]
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Beriman Kepada Kitab Allah]

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter