Beriman dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat (Bagian 3)

Post a Comment
Sifat yang ke-7 diantara sifat-sifat fisik malaikat, bahwasanya:
⑺ Malaikat bisa dilihat
Kebiasaan malaikat adalah tidak menampakkan dirinya dari manusia namun terkadang menampakkan diri dengan izin Allah di hadapan makhluk yang lain.

Dalil-dalil telah menunjukkan bahwasanya malaikat bisa dilihat.
Nabi Ibrahim dan Nabi Luth ‘alayhimassalam telah melihat malaikat dalam bentuk manusia.
Maryam ‘alayhassalam melihatnya dalam bentuk manusia.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah melihat Jibril dalam bentuk aslinya dan sering dalam bentuk manusia.
Dan sebagian sahabat radhiyallāhu ‘anhum pernah melihat Jibril dalam bentuk manusia.

Disebutkan di dalam hadits bahwa ayam yang berkokok sedang melihat malaikat.
Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan,

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ؛ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكاً ، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ؛ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَاناً

“Apabila kalian mendengar kokok ayam maka mintalah kepada Allah dari karunia Allah karena sesungguhnya ayam tersebut melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai maka hendaklah kalian berlindung kepada Allah dari syaithan karena keledai tersebut melihat syaithan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Namun seseorang hendaklah waspada, jangan sampai dia menyangka melihat malaikat atau bermimpi melihat malaikat padahal dia adalah iblis yang ingin menyesatkan manusia.

Yang ke-8 bahwasanya:
⑻ Jumlah malaikat sangat banyak, tidak mengetahui jumlahnya kecuali Allah.
Allah berfirman,

وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ

“Tidak mengetahui jumlah tentara-tentara Rabb-mu (yaitu malaikat) kecuali Dia.” (Al-Muddatstsir 31)

Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah bercerita diantara apa yang Beliau lihat ketika Isra dan Mi’raj, Beliau mengatakan,

فَرُفِعَ لِي الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ ، فَقَالَ : هَذَا الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ ، يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفِ مَلَكٍ ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ

“Maka diperlihatkan kepadaku Al-Baitul Ma’mur. Aku bertanya kepada Jibril dan dia menjawab, ‘Ini adalah Al-Baitul Ma’mur, setiap hari shalat di dalamnya 70.000 malaikat. Apabila telah keluar dari Al-Baitul Ma’mur maka mereka tidak akan kembali ke sana’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan berapakah jumlah malaikat yang telah shalat di sana semenjak Allah menciptakan Al-Baitul Ma’mur sampai sekarang dan sampai Hari Kiamat?

Suatu hari Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam mendengar suara (deritan) langit. Kemudian Beliau mengatakan,

إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ ، أَطَّتِ السَّمَاءُ وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ ، مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ

“Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat dan mendengar apa yang tidak kalian dengar. Langit mengeluarkan suara (deritan) dan dia berhak untuk mengeluarkan suara karena tidak ada sebuah tempat seluas 4 jari kecuali di situ ada seorang malaikat yang meletakkan dahinya bersujud untuk Allah.”
(Hadits hasan, riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Langit yang tujuh mengeluarkan deritan karena sangat banyaknya dan sangat beratnya malaikat yang tinggal di sana.
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Beriman Kepada Malaikat]

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter