-->

Memperbanyak Al Hasanah (Kebaikan) Dan Menghilangkan As Sayyiah (Dosa) (Bagian 2)

Post a Comment
Diantara cara memperbanyak Al Hasanah dan menghilangkan As Sayyiah (dosa):

■ Ke Tiga
✓ Memanfaatkan kenikmatan Allah yang telah diberikan kepada kita semaksimal mungkin.
Seperti kenikmatan ilmu agama, kesehatan, waktu luang, harta benda, anggota badan yang lengkap dan sehat, jabatan, kenikmatan teknologi, kecerdasan, kenikmatan berbicara, dan lain-lain.

✓ Menggunakan kenikmatan tersebut di jalan Allah Subhānahu wa Ta’āla dengan niat yang benar yaitu untuk mencari pahala Allah Subhānahu wa Ta’āla.

Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya :
“Dua nikmat yang banyak manusia yang rugi di dalamnya, kesehatan dan waktu luang.” (Hadits shahih riwayat Bukhari).

Di dalam hadits yang lain Beliau Shalallahu ‘alayhi wassallam mengatakan yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang kaya, mereka adalah orang-orang yang sedikit hasanahnya pada hari kiamat kecuali orang yang Allah berikan kekayaan kemudian bershadaqah kepada yang ada di kanannya, kirinya, depan, dan belakangnya dan beramal dengan kekayaan tersebut, amalan yang baik (Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim).
■ Ke Empat
Memperbaiki amalan supaya diterima di sisi Allah Subhānahu wa Ta’āla.
Karena amalan bisa menjadi hasanah bagi seseorang bila diterima di sisi Allah.

Dan syarat diterimanya amalan ada 2 yaitu:
⑴ Ikhlash
⑵ Sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

■ Ke Lima
Bertaubat dari dosa yang diiringi dengan iman dan amal shalih.
Karena barangsiapa yang melakukan yang demikian itu maka dosanya akan diganti dengan hasanah.

Allah Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan bahwasanya,
• Orang yang menyekutukan Allah Subhānahu wa Ta’āla.
• Membunuh jiwa tanpa haq.
• Berzina
Maka mereka akan mendapatkan adzab yang pedih di hari kiamat, kecuali apabila dia:
• Bertaubat
• Beriman
• Mengerjakan amal shalih
Maka Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengganti dosa-dosa mereka menjadi sebuah kebaikan. (QS Al Furqan: 68-70)

■ Ke Enam
Memperbanyak istighfar.
⇒ Setiap:
• Melakukan dosa, atau
• Kurang bersyukur atas nikmat, atau
• Kurang dalam melakukan kewajiban atau,
• Lalai dari mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

طُوْبَى لِمَنْ وَجَدَ فِيْ صَحِيْفَتِهِ اِسْتِغْفَارًاكَثِيْرًا
 
“Tuba bagi orang yang menemukan di dalam kitabnya istighfar yang banyak.” (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah)

⇒ Tuba:
• Ada yang mengatakan maknanya adalah surga.
• Ada yang mengatakan maknanya adalah nama pohon di surga.

■ Ke Tujuh
Tidak melakukan amalan yang mengurangi pahalanya.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:
“Aku mengetahui ada sebagian umatku yang akan datang pada hari kiamat dengan membawa hasanah sebesar gunung-gunung Tihamah. Maka Allah Subhānahu wa Ta’āla menjadikan hasanah tersebut seperti debu yang beterbangan. Maka salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam tentang sifat mereka.
Maka Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya mereka adalah saudara-saudara kita, shalat malam sebagaimana kita shalat malam, akan tetapi mereka apabila dalam keadaan sendiri dengan sesuatu yang diharamkan, mereka pun melanggarnya. (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah)
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Beriman Kepada Hari Akhir]

Related Posts

Post a Comment

Berlangganan Artikel
Radio Insani 88.8 fm Purbalingga