-->

Dajjal (Bagian 3)

Post a Comment
Seorang Muslim hendaknya mencari jalan keselamatan dari fitnah Dajjal, diantaranya:
⑴ Berusaha mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
Karena orang yang mengikuti Dajjal adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah Subhānahu Ta’āla.

⑵ Mentaati Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Karena Dajjal ketika dikabarkan oleh Tamim Ad-Dari radhiyallāhu ‘anhu dan juga kawan-kawannya bahwasanya Muhammad telah muncul dan menang dan menjadi orang yang ditaati, maka Dajjal mengatakan yang artinya:

“Ketahuilah bahwasanya mentaati dia (yaitu Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam) adalah lebih baik bagi mereka.” (HR Muslim)

⑶ Memperbanyak membaca do’a ketetapan hati.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
(HR Tirmidzi & Ahmad)


⑷ Membaca do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebelum salam.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

(HR Muslim no. 588)

Sebagian pendahulu kita dahulu menyuruh anaknya untuk mengulang shalat lagi apabila tidak membaca do’a ini ketika shalat.

⑸ Berusaha menjauh dari Dajjal apabila mendengar tentang kedatangannya.
Karena Dajjal memiliki syubhat (kerancuan) yang bisa menggoyahkan iman seseorang.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang mendengar tentang Dajjal maka hendaklah menjauh darinya karena demi Allah, sesungguhnya seseorang mendatangi Dajjal dan dia menyangka bahwasanya dia adalah beriman ternyata kemudian dia mengikuti Dajjal tersebut karena melihat syubhat yang dimiliki oleh Dajjal tersebut.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud)
Di dalam Shahih Muslim disebutkan bahwasanya manusia akan pergi ke gunung-gunung untuk menghindari Dajjal.

⑹ Apabila mampu maka hendaklah dia pergi ke 2 tanah haram (Mekkah dan juga Madinah) karena keduanya tidak bisa dimasuki oleh Dajjal. (HR Bukhari dan Muslim)

⑺ Apabila terpaksa bertemu dengan Dajjal maka hendaklah dia bersabar, tetap di atas kebenaran dan tidak mentaati Dajjal tersebut.

Dan hendaknya dia membaca 10 ayat yang pertama dari surat Al Kahfi.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:
“Barangsiapa diantara kalian yang menemui Dajjal maka hendaklah dia membaca awal dari surat Al Kahfi.” (HR Muslim)

Dalam hadits yang lain Beliau mengatakan:
“Barangsiapa yang menghafal 10 ayat yang pertama dari surat Al Kahfi, maka dia akan terjaga dari Dajjal.” (HR Muslim)

⑻ Apabila melihat Dajjal membawa 2 sungai (sungai dari api dan sungai dari air) maka petunjuk Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam hendaknya kita memejamkan mata, menundukkan kepala, kemudian meminum dari sungai api karena sebenarnya itu adalah air yang dingin. (HR Muslim)

Dajjal muncul di masa Imam Mahdi sebelum turunnya Nabi Isa ‘alayhissalām dan akan dibunuh oleh Nabi Isa.

Kewajiban seorang Muslim adalah beriman dengan munculnya Dajjal sebagaimana dikabarkan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam di dalam hadits-hadits yang shahih.

Dajjal bukanlah khayalan atau simbol kerusakan semata.
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Beriman Kepada Hari Akhir]

Related Posts

Post a Comment

Berlangganan Artikel
Radio Insani 88.8 fm Purbalingga