Hidup Mulia Bersama Alquran

Hidup Mulia Bersama Alquran

Print Friendly and PDF
hidup mulia bersama alquran

Tanpa terasa kita sudah melalui sepertiga bulan Ramadan. Pertanyaannya, sudahkah ketakwaan kita meningkat? Ketakutan kepada Allah bertambah? Keterikatan kita kepada aturan Allah makin kuat? Kalau belum, di sisa Ramadan ini mari kita pacu diri kita menjadi muttaqin sejati. Tingkatkan ketakwaan kita secara maksimal sehingga kita sukses mengarungi bulan ini dan terlahir kembali laksana bayi. Ramadhan adalah Syahr al-Qur’an, bulan diturunkannya Alquran, sebagaimana firman Allah Subhanahuwata'ala: 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan yang batil)." (QS. Al Baqarah: 185). 

Allah Subhanahuwata'ala juga menjadikan malam turunnya Alquran sebagai malam yang penuh berkah. Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

"Sungguh Kami menurunkan Alquran pada suatu malam yang diberkahi. Sungguh Kamilah Yang memberi peringatan."(QS Ad Dukhan: 3).
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

"Sungguh Kami telah menurunkan Alquran pada Malam al-Qadr. Tahukah kamu apakah Malam al-Qadr itu? Malam al-Qadr itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al Qadr: 1-3). 

Oleh karenanya, kita kaum Muslim diminta untuk menggemarkan membaca al-Quran di bulan ini. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam: "Siapa yang membaca satu huruf saja dari Kitabullah, bagi dia satu kebaikan, sementara satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali." (HR at-Tirmidzi). 

Pertanyaannya, apakah Alquran hanya cukup dibaca atau dihafal? Apakah kalau kita membacanya berkali-kali dan menghafalnya, otomatis kita mendapatkan petunjuk darinya? Tentu tidak. Kita perlu memahami isinya. Sesungguhnya Alquran adalah jalan kehidupan. Di dalamnya terkandung petunjuk seputar keimanan seperti sifat dan zat Allah, kisah umat-umat terdahulu, malaikat, jin, iblis, Hari Akhir, surga dan neraka, dll. Semuanya merupakan petunjuk agar umat manusia tidak jatuh dalam khurafat, tahayul, syirik dan kekufuran (Lihat, misalnya, QS Ash Shaffat: 149-151). 

Alquran juga berisi petunjuk seputar hukum bagi umat manusia karena manusia membutuhkan aturan yang dapat menata kehidupan mereka. Di dalam al-Quran terkandung hukum ibadah, akhlak, sosial, ekonomi dan bisnis, pidana, politik dan pemerintahan. Alquran, misalnya, membahas tentang keharaman ekonomi ribawi (Lihat, misalnya, QS Al Baqarah: 278). Alquran membahas hukum pidana bagi pelaku perampokan dan kekerasan (QS Al Maidah: 33). Alquran juga menetapkan hukum-hukum politik dan pemerintahan (QS Al Maidah: 48). Dengan demikian Alquran adalah kitab suci yang paripurna. Tak ada satu pun yang luput dari pembahasannya. Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ

"Kami menurunkan kepada kamu al-Kitab (Alquran) sebagai penjelasan segala sesuatu serta petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum Muslim." (QS An Nahl: 89). 

Selama 14 abad silam, kaum Muslim hidup bersama Alquran. Mereka menjadikan Alquran sebagai pedoman kehidupan. Hasilnya, kaum Muslim mencapai kejayaan. Islam tersebar ke hampir dua pertiga dunia. Kaum Muslim pun memimpin dunia berkat tunduk pada Alquran. Keadilan menjadi kenyataan. Sampai-sampai intelektual-intelektual Barat sendiri mengakuinya. Salah satunya W.E. Hocking. Dia mengatakan, “Saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Alquran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan...Sungguh dapat dikatakan, hingga pertengahan Abad 13, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh Dunia Barat.” (The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461). 

Di tengah krisis multidimensi sekarang, saatnya kita kembali kepada Alquran. Baca Alquran, dalami isinya, pahami, dan terapkan semua aturannya dalam seluruh aspek kehidupan. Insyaallah, penerapan Alquran akan membawa kejayaan. Dan umat Islam akan kembali menjadi umat terbaik di muka bumi ini. Ingatlah firman Allah Subhanahuwata'ala: 

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًاۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۚفَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى ەۙ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدٰيَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

Siapa saja yang mengikut petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (Alquran), sungguh bagi dia kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta (QS Taha: 123-124). 

Sudah sangat jelas, hanya aturan Alquran sajalah yang bisa menjadi solusi bagi umat manusia saat ini. Melepaskan dari berbagai kesempitan, menuju cahaya kemuliaan Islam. [ marbot ]

***

Sumber: Buletin Khotbah seruanmasjid.com
Print Friendly and PDF

Post a Comment

0 Comments